Seperti biasa pagi ini kuawali
dengan rutinitasku pergi ke tempat kerjaku yang bisa di bilang jarak dari
tempat tinggalku lumayan cukup jauh. Namaku risa oktavara tapi teman temanku
biasa memanggilku sasa, aku adalah seorang pegawai di salah satu perusahaan
swasta di Jakarta. Tidak ada yang special dari seorang sasa, yah aku hanya
seorang gadis biasa pada umumnya yang berasal dari keluarga sederhana tapi aku
sudah cukup bahagia bisa di lahirkan di dalam keluarga kecilku itu. Umurku saat
ini bisa di bilang sudah cukup matang untuk bisa melangkah ke jenjang yang
lebih serius lagi dan lagi memang aku sedang di kejar deadline untuk menikah. Apalah
daya aku hanya bisa menghela nafasku takkala aku mengingat apa yang di katakan
ibuku pagi ini.
Suasana pagi ini di meja makan
tidak seperti biasanya karna sepertinya aku mencium aroma aroma yang tidak
mengenakan hati khususnya buatku sepertinya. “ Sa, apa kamu belom ada rencana
untuk menikah? Atau paling tidak apa kamu tidak punya laki-laki yang sedang
dekat dengan kamu sekarang? Bok ya kalo sudah punya bawalah sesekali ke rumah
biar ibu sama ayahmu bisa kenalan gitu loh ndok” ibuku tibatiba menyodorkanku
pertanyaan horror yang pasti dia itu sudah tahu jawabanku akan seperti apa. “Belum
ada bu, kan sasa sibuk kerja, sasa gak ada waktu buat mikirin yang kayak gitu
bu kerjaan sasa numpuk” balasku menjawab pertanyaan horror itu.
“Bukan begitu mbak, hmm
masalahnya begini aku itu sebenernya udah di lamar mas pram dan kedua keluarga
sepakat untuk segera mengadakan pernikahan secepatnya dan aku enggak mau
ngelangkahin kamu mbak” jelas adikku naya yang membuat petir di pagi hariku
yang memang sudah suram dan kini bertambah suram saja. Alih- alih menujukkan
rasa kagetku, aku berusaha untuk tetap bersikap biasa saja” Ya emangnya kenapa
kalo ngelangkahin? Toh aku sama sekali gak keberatan kok. Lagian jodoh itu kan
udah ada yang ngatur nay. Ya memang jodoh kamu itu datengnya lebih cepet dari
aku jadi aku sama sekali gak keberatan dan bilang juga sama pram untuk cepat
menentukan tanggal jangan kelamaan.” Balasku secuek mungkin.” Tapi mbak kata
orang dulu pamali tau ngelangkahin kakak perempuan nanti mbak jodohnya jauh”
jelas naya kepadaku.” Gak apa apa nay itu kan Cuma mitos lagian mau dipaksain
juga toh aku emang gak punya siapapun yang bisa di kenalin ke rumah” terangku
yang sudah mulai emosi. “ sudah sudah kita bahas ini nanti saja sekarang lebih
baik kalian habiskan sarapannya lalu segera berangkat ke kantor, sudah jam
berapa ini” sahut ayahku menengahi perdebatan kami pagi ini.
Tiba tiba lamunanku terhenti
karna pintu lift sepertinya sudah terbuka sejak tadi menungguku untuk segera
naik dan di dalam lift itu aku menemukan sesosok pria yang terlihat datar
menatapku entah sepertinya dia kesal kepadaku soal lift tadi mungkin.” Mbak kalo
gak niat pergi kerja mending gausah berangkat deh pake segala ngelamun di depan
pintu lift lagi gatau apa banyak yang ngantri” tibatiba pria itu bersuara dan
aku tau itu ditujukan buatku. “ biasa aja kali mas gak usah sewot gitu juga
kali kayak situ gak pernah ngelamun aja” balasku sewot. “heuh !! mimpi apaan sih aku tadi malem
bisa ketemu nih orang ngeselin pagi pagi gatau apa moodku lagi gaenak nih hari
dia lagi nambah nambahin” gerutuku setelah keluar dari lift itu.
Hingga malam itu tiba, malam dimana aku
diperkenalkan kepada anak dari teman ayahku. Namanya Prasetio Bramasta dia
adalah anak kedua dari om doni dan tante tiara. Aku mengenalnya sudah lama tapi
hanya sebatas tau saja karna aku pernah bertemu dengan dia sewaktu di kantor
ayahku mengadakan acara gathering keluarga itupun sudah lama sekali dan aku sudah
lupa mukanya sebenarnya. Dan sekarang aku di hadapkan pada kenyataan kalau aku
akan dijodohkan dengan dia. WHATS??? Apa seperti ini akhir dari jalan hidupku
yang harus dengan ikhlas menerima perjodohan ini lantaran adikku tidak mau
melangkahiku. Tidak bisa kupungkiri mas pras adalah tpe suamiable banget
memang. Mukanya yang gak pernah sekalipun membosankan untuk di pandang di
tambah dia itu sopan terbukti ayah dan ibuku langsung begitu terbuka terhadap
dia padahal ini kali pertama kami bertemu secara intens. Tapi menurutku masa
iya sih cowok sekece dia itu jomblo broh?? Kan mustahil banget. Tiba tiba tante
tiara menghampiriku sambal tersenyum ke arahku” sasa apa kabar?udah gede ya
sekarang? Dulu msh tante ketemu kamu masih kecil. Eh sekarang udah mau jadi
mantu tante aja” jelasnya sambal tertawa renyah kepadaku. “ ah iya tante dulu kan
aku masih kecil jadi aku rada rada lupa hehe maaf ya tan” jujurku kepadanya. “
haha ya wajarlah kamu lupa kan itu udah lama banget saying” balasnya sambal tertawa.
Setelah perbincangan itu kuputuskan
untuk mencari angin di luar. Tidak ku sangka mas pras ternyata mengikutiku ke
luar juga. Tiba tiba dia duduk di sampngku dengan muka yang datar dan dingin
tidak seperti ekspresi yang dia tunjukkan pada saat di dalam tadi. “ Jangan
terlalu berharap tinggi kepadaku karna aku menerima perjodohan ini hanya karna
orang tuaku yang memintanya tidak ada alasan spesifik lain atau karna aku
tertarik kepadamu jadi ku mohon jangan berkhayal yang tidak tidak” terangnya
kepadaku yang sukses membuatku syok karna praduga yang kupikirkan tadi
sepertinya memang benar kalau mas pras
memang sebenarnya tidak pernah menginginkan perjodohan ini. Akupun sukses
membeku di tempatku karna aku sudah membayangkan akan seperti apa kehidupan
rumah tanggaku jikalau aku nantinya bersama mas pras. “Ya allah apa yang
seharusnya kulakukan?aku tidak bisa mengatakan hal ini di depan keluargaku
karna mereka sudah menaruh harapan besar terhadap perjodohan ini.” Batinku berkecamuk.
Pagipun menjelang dan ini waktunya aku
kembali ke rutinitasku semula. Semalaman aku berpikir dan aku tidak bisa tidur
dan itu membuat lingkaran hitam di mataku terlihat jelas sekali. Benar benar
hari ini moodku sedang tidak enak. Sesampainya di kantor, teman temanku pun
heran karna katanya hari ini aku benar benar terlihat berantakan. “ lo kenapa
sa kusut bener tuh muka?” sahut si pandu temanku yang super duper keponya”
gapapa ndu Cuma kurang tidur aja” balasku sekenanya. “yakin lo Cuma kurang
tidur doang? Gue denger denger katanya lo mau nikah. Emang bener tuh?” seru si
pandu lagi.” Yaelah gossip darimana sih lamaran aja belom gimana mau nikah coba”
balasku lagi. “ yaelah anak anak sini juga udah pada tau kali kalo lo itu di
jodohin sama si pras kan?”cecar si pandu lagi.”ya lo tau darimana emangnya?”
tanyaku penasaran karna seingatku selain keluarga tidak ada yang tahu tentang
masalah ini.” Tau dari si raka, tadi pagi dia ngomong” sahu”t pandu
menjelaskan. “ Hah? Siapa tuh raka” tanyaku lagi. “ raka anak departemen
financial dia kan sepupunya si pras masa lo calon bininya gak tau sih” jelas
pandu panjang lebar. Ya memang sih mas pras itu calonku tapi aku sama sekali
tidak tahu apapun tentang dai. Yang aku tahu hanyalah dai sosok pria yang
begitu dingin dan mampu menyembunyikan emosinya. Akupun beranjak dari tempat
dudukku aku butuh ruang untuk mencerna semua ini. Dan rooftop inilah pilihanku
menenangkan sejenak beban pikiran yang saat ini sedang kupikirkan. Dalam hembusan
angin pagi yang begitu sejuk serta pemandangan kota Jakarta yang terlihat dari
atas sini mampu sejenak membuatku tenang. Sesaat ku pejamkan mataku tapi
sekelebat bayangan itu hadir kembali memberi ruang sesak yang sudah lama
kusimpan rapat rapat. Kembali kubuka mataku dan segera kulangkahkan kakiku
kembali keruanganku dan mencoba melupakan sekelebat bayangan itu.
Tanpa kusadari tak jauh dari tempatku berdiri
raka sedari tadi memperhatikanku tanpa bersuara sedikitpun.” Hah? Emang dasar
cewek aneh lo pagi pagi buta kayak gini udah galau aja. Gue ngeri lo macem
macem doang makanya gue tungguin di sini. Untungnya lo itu masih waras” terang
raka tanpa menunggu aku bertanya kepadanya. “ lo pikir gue se stupid itu apa
sorry lah ya” balasku sewot sambil berlalu menjauhi mahluk menyebalkan itu.” Dasar
cewek aneh masih untung ada yang respect” gerutu raka. Akhirnya rakapun
memutuskan kembali lagi ke ruangannya akan tetapi ketika ia akan melangkah ia
merasakan kakinya mengnjak sesuatu “ apaan nih? Buku siapa lagi ini? Jangan jangan
punya tuh cewek aneh? Gumam raka pada dirinya. Ketika ia akan mengambil buku
itu seketika selembar jatuh dari dalamnya dan raka pun mengambil kertas itu dan
membacanya.
awalnya kita bertemu tanpa saling mengenal
kita berjumpa tanpa saling menyapa
hingga suatu waktu takdir menghampiri kita
dengan tanpa bertanya dan menyetujui
takdir seolah sudah mengatur skenarionya
dari yang awalnya hanya ada aku dan kamu
tiba-tiba menjadi kita
tanpa tau siapa yang pertama memulai
tanpa tau hati siapa saja yang sudah dipatahkan
seolah takdir dan semesta meminta untuk menjadi kita
dan mulailah cerita kita
cerita yang mungkin indah dalam bayangan kita
atau hanya aku yang menginginkan cerita ini indah?
di saat aku berjuang menulis skenario cerita indah kita
di saat itu pula tanpa aku sadari kamu memilih sebaliknya
hingga suatu ketika sang takdir membuka tabirnya
entah perasaan apa yang harus aku tunjukan
seperti paku yang menghancurkan satu kepingan utuh
aku mencoba bertahan dan menepis semuanya
hingga kejujuran itupun datang
aku ingin pergi menjauh dan menghilang
tapi kamu datang dengan sejuta penyesalan
apalah daya hati ini yang tak ingin
melepaskan meski sudah di patahkan
sampai ketika semesta dan takdir datang membuka
lembaran luka baru padaku
jika aku boleh bertanya sampai kapankah hati ini akan terluka?
jika boleh meminta bisakah kamu melepaskan hati ini?
hati yang selalu bertahan meski puluhan kali kamu patahkan
ada hati yang begitu kamu perjuangkan dengan gigihnya
dan ada hati lainnya yang begitu kamu patahkan dengan kejamnya
bahkan puluhan tetes air mata pun tak bisa menggambarkan rasa
sakitnya
air matanya begitu mudah membuatmu memperjuangkannya
tapi air mataku bahkan kamu tidak peduli
tapi aku bertahan meskipun aku tau itu bodoh
berharap untuk seseorang yang bahkan menoleh padamu saja tidak
berharap pada seseorang yang bahkan dialah yang menjadi
alasanmu meneteskan air mata setiap harinya
hingga tibalah pada batasku
bahkan hati ini sudah lelah berharap kalo cerita ini akan bahagia
hingga kuputuskan akulah yang pergi
tapi pada kenyataannya kamu masih menyakitiku
bahkan ketika aku dan kamu sudah bukan "kita" lagi
teruntuk kamu biarkan aku bahagia dengan duniaku yang tanpa kamu
biarkan aku mengganti kenangan burukku denganmu dengan kenangan
manis yang baru
teruntuk kamu kebodohan masa laluku
Rakapun
terhenyak setelah membaca kertas itu dan ia memutuskan untuk segera kembali dan
mengembalikan buku itu pada pemiliknya. Di sisi lain sasa yang ingin kembali ke
ruangannya tibatiba menghentikan langkah kakinya seketika ketika mendengar
suara seseorang yang sangat ia kenal dan ia memutuskan untuk mencari sumber
dimana suara itu berasal. Ketika ia sudah enemukan darimana suara itu iapun
kaget karna pemilik suara itu tidak lain tidak bukan adalah mas pras sosok
lelaki yang saat ini statusnya adalah calon suaminya. Tapi pras saat itu tidak
sendiri karna di sana ia sedang berbicara dengan seorang perempuan berhijab
yang begitu cantic dan menurutku perempuan itu bertipe sangat sabar terbukti bisa membuat seorang Prasetio
Bramasta memohon sampai seperti itu dan firasatku mengatakan daialah kekasih
yang sebenarnya mas pras cintai. Akan tetapi aku tidak tahu alasan mereka
memutuskan untuk berpisah. Sampai tibatiba suara menyebalkan itu
menginterupsiku” Lo mau tau kenapa mereka pisah?” tanyanya sarkas. Seperti kerbau
yang di cocok hidungnya akupun mengangguk tanda mengiyakan. Lalu raka membawaku
ke sebuah coffe shop yang berada di lantai lobby gedung kantorku ini. Tanpa tedeng
aling aling akupun segera mendesaknya menceritakan semuanya kepadaku sebelum
aku terlibat terlalu jauh dengan mereka berdua. Raka pun menjelaskan semuanya
padaku alasan kenapa mereka berpisah dan seketika itu pandangankupun menjadi
kosong.” Oke gue udah kasih tau lo semuanya sekarang terserah gimana lo
menyikapinya dan oh iya ini buku lo tadi jatoh di atas” setelah meneruh buku
itu di meja rakapun meninggalkanku sendiri.
Sepulang kerja aku sengaja menunggu
mas pras di lobby bawah. Ketika orang yang sudah aku tunggu terlihat, aku
segera menghampiri dia dan terlihat dari mimik wajahnya kalau ia terlihat
bingung. Dengan satu alis teragkat dai bertanya”ngapain kamu disini?” “
nungguin kamu mas” jawabku. “ untuk apa kamu menungguku?”tanyanya lagi. “aku
mau memstikan sesuatu” terangku padanya..” memastikan apa?” tanyanya lagi. “mmm
begini mas aku Cuma mau nanya sebenernya perempuan tadi pagi yang sedang
berbicara sama kamu itu siapa mas?” tanyaku tak sabaran. Ekspresi mas pras pun
berubah, ia terlihat tidak suka dengan pertanyaanku barusan.”kamu nguping
pembicaraan saya?”sentaknya padaku.”Nggggak mas aku gak sengaja liyat kamu tadi
pagi terus gak sengaja juga denger” jawabku jujur.” Itu semua bukan urusan kamu
jadi sudah seharusnya kamu tidak perlu mencari tahu apapun tentangku” tandasnya
tegas. Pernyataan mas pras seketika membuatku mematung di tempatku,sebegitu
tidak di anggapnyakah aku olehnya? Padahal tidak lama lagi kami akan
melangsungkan pernikahan tidak bolehkah aku mencari tahu seperti apa calon
suamiku itu? Dan perasaan tidak suka apa yang sedang aku rasakan ini? Semua ini
membuatku tidak tahan lagi rasanya ingin ku berteriak di depannya tapi aku
tidak bisa melakukan itu karna aku tidak punya hak apapun terhadapnya.